Thursday, October 22, 2009

one beautiful morning

i wish i live long enough to see my children grow

pagi yang cerah di hari yang baik.

selamat pagi


waktu yang berkualitas


kamu pasti bekerja


jika kerjamu di luar rumahmu, dan jam atau waktunya tetap, pasti konsekuensinya waktumu untuk keluarga berkurang untuk waktumu bekerja. apalagi jika kamu aktif dalam dunia sosial pergaulan dengan rekan kerja atau rekan kuliahmu dulu. waktu yang tersisa untuk keluargamu haruslah waktu yang berkualitas.


bubur ayam fans



waktu berkualitas adalah waktu bersama keluarga, dimana waktu itu menghasilkan ikatan keluarga yang kuat. hubungan antara bapak, ibu dan anak yang harmonis, saling mencintai dan mengkasihi. dekat. berkualitas.



penjual bubur ayam



kami menelusurinya melalui acara makan bersama.



i hope this is good


one beautiful morning @ bubur ayam sidoarjo (di depan kantor kejaksaan sidoarjo)



menyendok bubur



haeeem bubur



kriuk



nyam



enjoying bubur



excellent


tertawa, momen gembira, momen perhatian, suapan, tatapan, dan harapan


i love your smile


jika kamu menjalani hidup yg minimalist, maka kamu dapat mencurahkan perhatian pada apa yang paling bernilai dalam hidupmu, .....KELUARGA-mu



naynay


jauhi facebook, koran, majalah, berita tv, dll


dekati anakmu, istrimu, suamimu, adikmu, kakakmu, ORANGTUAMU.


insyaAllah hidupmu akan indah


oh ya blog ini adalah papadoh.blogspot.com

jika tersambung ke facebook, karena di auto link. bukan karena saya buka facebook.

hubungi saya? di


HP: 081 839 9933

email: indahbordir@gmail.com

photo blog: www.flickr.com/photos/rezzgoof



REZA - indahbordir


Monday, October 19, 2009

pasar jetis sidoarjo

belanja ke pasar tradisional merupakan kesukaan (hobi) saya sejak masih kecil. banyak memori tentang pasar tradisional disidoarjo yang kerap saya sambangi ketika masih kecil dahulu. tempat penjual minuman yang segar dan murah, penjual jajanan yang asyik untuk dikudap. dan tentunya para penjual daging sapi, ayam potong, sayur mayur dan penjual ikan.

jangan tanya tentang bau. seperti umumnya pasar tradisional di jawa timur, kondisi pasar tradisional cukup sangat memprihatinkan dari segi ke-hieginis-an. tapi sensasinya itu loh. masuk pasar, blusukan, melihat kesibukan para penjual dan pembeli, memperhatikan proses tawar menawar dll. hmm

hari minggu kemarin, saya menyempatkan untuk mampir ke pasar tradisional jetis mengantarkan istri saya berbelanja. wow kami disambut dengan pemandangan indahnya bangunan masjid Al Kausar di samping persis pasar Jetis.




renovasinya sudah hampir selesai! lumayan megah untuk ukuran masjid didalam kampung dan disamping persis pasar tradisional. sayang saya tidak menyempatkan diri masuk kedalam masjidnya. dikarenakan "kostum" yang saya kenakan kok rasanya kurang pantas untuk masuk dalam bangunan suci tempat ibadah umat muslim ini. mungkin lain kali yaa.

berjalan ke sebelah kanan, tampak jejeran penjual daging sapi dan organ dalam sapi. istri (@arfianti) memilih sekerat daging kisi kembang kecil untuk dimasak soto untuk anak anak kami. setelah memilih kerat daging yang diinginkan dan ditimbang oleh ibu penjualnya, tampak seonggok jerohan sapi yang masih mengepulkan uap. setelah saya tanya, ternyata paru sapi ini baru direbus oleh penjualnya (biar apa ya kok direbus di pasar?)

paru sapi

lapak penjual sayur langganan adalah sasaran kami berikutnya. lapak ini adalah penjual sayur teramai di pasar jetis! mungkin karena perhitungannya akurat (tanpa kalkulator) dan harganya murah (mungkin loh, psikologis. hehehe) sayang bapak yang biasanya menemani si ibu penjual sayur tidak ada ditempat,


penjual sayur

karena sang istri tercinta tampaknya tidak ingin mengantri terlalu lama, maka kami pindah ke penjual sayur yang lain. lapaknya SEPI, entah kenapa? kami sih cuek saja. yang penting BISMILLAH.

jetis wet market sidoarjo

ibu penjual sayur menjuali dengan antusias! alhamdulillah semua berjalan lancar, tidak ada yang patut untuk dikhawatirkan. hehehe. kami membeli kecambah, bawang merah dll. kantung belanjaan semakin berat. terisi daging dan sayur. next stop? ikan dan udang!

kami tidak punya langganan untuk penjual ikan. jadi kami berkeliling sambil tolah toleh mencari ikan dan udang yang diinginkan. akhirnya setelah tanya-tanya "apakah anda punya udang?" "apakah anda punya udang?" akhirnya ibu ini yang mengatakan punya udang dengan kualifikasi yang -istriku yang cantik- inginkan.

fish wet market jetis sidoarjo

si penjual ikan menawarkan ikan wader, saya ngga suka ikan wader (ngga berani coba - strange food) tapi istriku memaksa membeli, ya sudah. katanya: "nanti aku masak buat bapak yos aja." OK. tapi firasatku tetap tidak enak.

setelah bergumul dengan ikan dan udang serta firasat yang kurang enak. kami berjalan terus ke arah barat. beberapa langkah kemudian kami sampai di kedai yang menjual ES DAWET. kepala ini mendongak ke atas, melihat papan namanya. Ah! terlintas kenangan dahulu membeli es dawet di pasar larangan candi, dengan ibu. ini DAWET kenanganku dulu. ES DAWET BAKERAN! akhirnya setelah bertahun tahun ku bisa merasakan lagi kesegaran ES DAWET ini.
oh ya, si mas penjual dawet ini baru mencampur santan hangatnya ke campuran dawet dan air. hmm, fresh nih kayaknya. PESAN SATU, DIMINUM DISINI. hehehe, ngga sabaran banget.


es dawet

setelah meminum setengah gelas, terasa betapa konsistennya minuman es dawet bakeran ini, kekagetanku bertambah. kutanya si mas-mas yang bajunya unik ini, "berapa harga satu gelasnya mas?" si mas-mas yang berbaju unik menjawab:"SERIBU mas." JEGLER!
kaget banget..minuman seenak ini, sesegar ini, seindahwarna penampakannya ini, dihargai SERIBU rupiah segelas! weleh weleh.


jetis wet market

tak terasa hari semakin beranjak siang, suasana pasar semakin ramai. akupun cepat cepat mengemasi belanjaan dan pulang.....tapiii....kuteringat kan ada sungai jetis.
sungai ini legendaris bagiku. di sungai ini BAPAKku belajar berenang. bermain bersama teman dan kawan.

sungai jetis

dan air sungai ini pulalah yang menggenangi sekolah dasar (SR) bapakku dulu, ketika hujan deras mengguyur sidoarjo.

NOTE: jika catatan untuk blog papadoh.blogspot.com ini muncul di notes/ catatan Facebook.com , hal itu dikarenakan adanya link langsung untuk setiap postingan di blog. (bukan karena saya menulisnya di facebook.com - secara saya sudah tiarap facebook - lima hari - dan terus berjalan)

Saturday, October 17, 2009

kepiting cak gundul

bukan tentang minimalist life

ini cerita tentang makan makan rame rame

jumat 16-10-09

dua mobil. mobil kita dan mobil bapak.

tujuan: kepiting cak gundul surabaya (Ruko Kupang - deretan somerset, XO suki dll)

mobil kami sampai dulu, kami langsung menuju ke pizza hut, pesan puff pastry dll untuk ali dan nay.

bergeser ke cak gundul

pilih pilih




kami memilih dua ekor kepiting telur dan dua ekor kepiting jumbo hmm

masakan dibagi dua LADA HITAM dan SAOS PADANG

cepat datangnya




nasi putih satu piring penuh

tanpa BA BI BU

lang sung diserbu

Friday, October 16, 2009

hari ketiga



yes! sekarang menginjak hari ke-tiga aku puasa berita (koran, majalah, internet news, blog orang lain dll)

koran - yang menjadi kekangenan terbesar di hari pertama dan kedua, menjadi berkurang kangennya.

facebook sudah ngga kangen lagi

twitter - LEWAT

Flickr - masih (secara aku masih ingin belajar moto)

Ya Allah berilah kekuatan pada hambaMu ini untuk berpuasa informasi

semoga dengan puasa ini aku menjadi orang yang lebih minimalist

ngga neko neko

oh ya program lari pagi dan merencanakan hari berjalan lancar, besok sabtu semoga bisa jalan program berenangnya. jauh sih! hehehe

live a minimalist life

mohammad reza
0818 399 933

Thursday, October 15, 2009

Photographer for hire

demam fotografi digital dengan kamera DSLR
sudahkah demam ini menjalar kesana?

day two - minimalist life

ooooooouuugh

ternyata beraaat. melakoni puasa informasi terasa berat banget. terutama godaan untuk baca KORAN. fiuh...

istiqomah ditantang.

Wednesday, October 14, 2009

minimalist life


oh yeeeah

saya jatuh cinta dengan konsep hidup minimalist

less is more

ini hari pertama:

1. tanpa koran, majalah, berita televisi dll
2. tanpa facebook, twitter dll
3. tanpa surfing web di waktu kerja dll
4. bangun pagi (ini sudah dari dulu), olahraga, mandi, sarapan, antar anak sekolah
5. stop belanja
6. kurangi kepemilikan barang.

oh yeeeaaah.

setelah saya pikir2 ini kok jadi jalan hidup ISLAM..... ZUHUD

alhamdulillah saya telah mendapat pencerahan

Wednesday, September 30, 2009

makan makan di sidoarjo


saya orang asli sidoarjo

bapak asli sidoarjo

ibu asli sidoarjo

saya tumbuh di sidoarjo

minum air sidoarjo

makan makanan yang dimasak di sidoarjo

makan apa sih kalau di sidoarjo?


Monday, September 28, 2009

Luigi and Betty

ini keinginan terpendam
punya dua mobil yang lucu lucu
berkarakter

Thursday, August 13, 2009

nggak tegas ! wishy washy !





saya heran.

kenapa masih ada aja yang mendukung terorisme

di koran jawapos ada foto di gang masuk rumah teroris ada tulisan selamat datang para mujahid dirimu mati syahid ( atau apa gitu yang maksudnya gitu) . nah kok tulisan kayak gitu dibiarin sih? ANEH ! mana ketegasn polisi sebagai aparat pemerintah yang diberikan kebolehan untuk menggunakan kekerasan.

mungkin para pemimpin kita perlu didorong untuk melakukan kekerasan kepada kelompok pendukung teroris ini. ayo kita hancurkan para pendukung teroris. ayo kita tidak beri kesempatan mereka untuk berkembang.

seandainya pemimpin kita lebih TEGAS. mungkin masalah terorisme ini lebih cepat selesai. kerahkan saja militer. kita punya kodim, kodam, kopasus, marinir. buat apa? terjunkan saja mereka di masyarakat. masuki masjid masjid. masuki pengajian, pengajian.

jangan mau kalah dengan teroris.
jangan mau dibodohi oleh teroris

ayo TEGAS lah wahai pemimpin
Segera HANCURKAN mereka sampai ke akar akarnya.


Wednesday, August 12, 2009

Suami itu Harus Ganteng !




Oleh : Ibnu Latif

Seorang wanita datang kepada Amirul Mukminin Umar Ibnu Khattab. Ia datang bersama suaminya. Sebelum keduanya bercerita, penampilan dua orang suami istri tersebut sudah membuat Amirul Mukminin mengernyit dahi. Si istri berpenampilan rapi, sedang suami kumal dan acak-acakan. Hampir-hampir tak ada yang bisa diapresiasi kecuali keimanannya saja.

Benarlah yang dipikirkan Amirul Mukminin, sang Istri datang untuk membicarakan perihal packaging suaminya. ”Wahai Amirul Mukminin” katanya lantang, ”berilah keputusan bagiku dan bagi suamiku yang bersikap seperti ini”. Nadanya menyiratkan kejengkelan dan putus asa. Barangkali sebelumnya, proses saran hingga kritik sudah habis-habisan si istri lakukan. Tapi namanya laki-laki, kalau dari mulut istri sendiri biasanya tak mempan.
Umar menghela nafas. Tak bisa ditutupi sesungguhnya beliau merasa tergelitik. Maka tanpa babibu Umar kemudian memerintahkan pembantunya untuk membawa si Suami ke kamar mandi. ”Mandikanlah ia, potong kukunya, pangkas rambutnya dan bawalah ia kemari lagi”, perintah Umar tegas.

Setelah si suami kembali kehadapan istrinya dan Umar, sang istri terkejut melihat ”kemasan” sang suami yang berubah total. Tampak lebih rapi, jambang-jambangnya tersisir rapi, dan kukunya bersih. Sudah muncul tampannya dan lebih segar dari biasanya. Melihat penampilan sang suami yang necis dan klimis, sampai-sampai sang istri malu kepada Amirul mukminin dan berkata, ”wahai hamba Alloh, dihadapan amirul mukminin berani-beraninya engkau berlaku demikian?”. Ah, dasar wanita. Biarpun sesungguhnya dihatinya amat senang melihat suaminya seperti itu. Inginnya segera ia menutup urusan dan pulang bersama suami.

Di sela-sela kegirangan suami istri tersebut, Umar berkata kepada hadirin yang ada disitu, ”hendaknya kalian selalu berpenampilan bersih dihadapan istri-istri kalian, karena mereka ingin kalian selalu berpenampilan bersih dan berdandan, sebagaimana kalian ingin mereka selalu berpenampilan bersih dan berdandan, (Haqquz Zauja ‘Ala Zaujatih, Thaha Abdullah Afifi).

Perhatikan sekali lagi wahai suami, pesan Amirul Mukminin itu.
Jaga penampilan Anda di depan istri. Sebagaimana si fulan suami itu tadi, para suami biasanya tidak terlalu memperhatikan perihal penampilannya dihadapan istri. Yang paling sering adalah, pulang kerja malas mandi, malas sikat gigi bahkan lebih parah baju kantor tidak diganti-ganti. Tidur sampai besok pagi.

Sangat jauh bila dikaitkan dengan perihidup Rosulullah dalam menjaga kebersihan dan kerapian tubuh. Adalah Rosululloh beliau sangat memperhatikan penampilan fisiknya. Beliau tidak pernah lupa untuk memperbaharui wudhu, menyisir rambut, memakai celak, merapikan janggut, meminyakinya, mencukur bulu-bulu, dan memakai parfum. Maka tak heran, bila di dalam dan di luar rumah beliau selalu menjadi pribadi yang menyenangkan untuk dipandang. Jelas bukan karena pakaian beliau yang sangat mahal dan mewah. Tapi kebersihan dan kerapian beliau dalam membawa diri dan busananya.
Rosulululloh sangat menekankan kepada kita untuk menjaga kebersihan diri. Anas bin Malik berkata : “Telah ditentukan waktu kepada kami memotong misai (kumis), memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu ari-ari agar kami tidak membiarkannya lebih daripada empat puluh malam.” (Hadis riwayat Muslim)

Dalam satu kesempatan beliau pernah bersabda, ”jagalah kebersihan, karena sesungguhnya islam itu bersih” (HR. Ibnu Hibban)Maka tak ada alasan bagi para suami untuk tidak menampilkan ”kemasan” terbaiknya di hadapan istri. Sungguh, ini bukan hanya urusan memotong kuku dan berbersih diri semata. Lebih prinsip dari itu, disitu akan terbaca sebuah penghormatan dan penghargaan tinggi seorang suami kepada istrinya. Seorang istri akan merasa dihargai dan dihormati ketika suami terlihat berusaha berdandan rapi di hadapannya. Ehem, hatta misalnya karena faktor sudah dari ”pabriknya”, perubahannya barangkali tak signifikan. Tak masalah, pak.


Berdandan rapi dihadapan istri juga adalah bentuk keadilan kita sebagai seorang suami. Bila diluar kita mempersembahkan penampilan terbaik kepada orang lain, lalu mengapa dengan istri sendiri kita justru asal-asalan?. Tak adil rasanya kita berlaku demikian. Adil juga berkaitan dengan karena kita sudah menerima penampilan terbaik dari istri. Setiap pulang kerja mereka menyambut dengan dandanan menarik atau bila kita pulang dari luar kota ia siapkan diri sejak siang hari. Maka tak adil bila kita tidak mengimbangi usaha mereka.

Kisah seorang istri yang komplain perkara suaminya kepada Umar tadi, dalam sisi lain, barangkali bukan karena kepentingan pribadi dirinya yang merasa tidak dihargai. Barangkali, si istri komplain kepada Umar lantaran malu dengan suaminya sebagai warga masyarakat Madinah. Menurut istri, berpenampilan buruk diantara kolega-kolega, sangat menurunkan martabat keluarga.

Kebanyakan ibu-ibu juga begitu. Mereka marah-marah ketika suaminya ikut rapat RT dengan pakaian yang tidak bagus. Atau setiap berangkat kondangan mesti ada prahara dulu karena baju yang dipakai suami itu-itu saja. Suami harus mengakui dalam hal ini para wanita lebih sensitif terhadap hal-hal yang demikian. Jangan sampai dianggap mengganggu, karena pada dasarnya mereka melakukan itu adalah untuk kebaikan kita.

Suatu ketika Rosululloh didatangi seorang laki-laki yang berpakaian kumal. Lalu Rasulullah bertanya kepadanya, ”apakah kamu punya harta?” ia menjawab ”ya, saya punya”. Beliau bertanya lagi, ”harta dari mana?” ia menjawab ”dari semua harta yang telah Alloh berikan kepadaku,”. Kemudian Rosululloh bersabda, ”jika Alloh telah memberikanmu harta, maka hendaklah kami perlihatkan bekas nikmat Alloh dan karomah-Nya yang telah diberikan kepadamu” (HR. Nasai)
Nikmat Alloh boleh kita tunjukkan kepada orang lain. Bahkan tidak hanya boleh, namun sangat disarankan oleh Rosululloh sebagai wujud rasa syukur. Bila harta cukup untuk beli minyak rambut, beli pakaian baru, beli cukur rambut dan beli minyak wangi, maka harta itu jangan disimpan-simpan saja atau habis hanya untuk makanan. Belanjakan sebagian harta untuk perawatan diri. Sungguh itu adalah penunaian hak diri kita dan merupakan penjagaan martabat secara pribadi maupun sebagai seorang muslim.

Jangan sampai kita termasuk yang di kritik oleh nabi seperti syetan karena tampilan yang acak-acakan. Seorang pemuda datang kepada nabi dengan rambut dan jenggot yang acak-acakan. Lalu nabi menyarankan dia untuk merapikan rambut dan jenggotnya. Setelah si pemuda datang kembali dalam keadaan rapi, Rosululloh kemudian bersabda, ”bukankah potongan rambut yang begini lebih bagus daripada seseorang datang dengan rambut yang acak-acakan seperti syetan” (Riwayat Malik dalam Al-Muwatha’)

Lantas, bagaimana cara berpenampilan yang baik ?, secara teknisnya Anda lebih mengerti. Atau tanyakan istri. Yang pasti pada prinsipnya, berpenampilan baik kita lakukan karena dua hal. Pertama, mengikuti sunnah rosul sehingga kita mendapat pahala karenanya. Kedua, menghargai istri sehingga kita mendapat cintanya, lebih mesra InsyaAlloh. Wallohu ‘Alam Bisshowab


dicopy paste tanpa permisi dan tanpa ijin dari www.nurulhayat.org